Cari Blog Ini

Selasa, 10 November 2015

Tentang BERBEKAM PADA TANGGAL 17, 19, DAN 21

Rasulullah shollallahu alaihi wassalam bersabda:
“Sesungguhnya waktu terbaik melakukan bekam adalah pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulannya.” (HR. at-Tirmidzi)
“Barang siapa melakukan bekam pada tanggal 17, 19 atau 21, akan sembuh dari setiap penyakitnya.” (HR. Abu Dawud)

Tentang BERBEKAM PADA TANGGAL 17, 19, DAN 21

Rasulullah shollallahu alaihi wassalam bersabda:
“Sesungguhnya waktu terbaik melakukan bekam adalah pada tanggal 17, 19, dan 21 setiap bulannya.” (HR. at-Tirmidzi)
“Barang siapa melakukan bekam pada tanggal 17, 19 atau 21, akan sembuh dari setiap penyakitnya.” (HR. Abu Dawud)

Tentang RAMBUT BELAH PINGGIR

HUKUM MEMBELAH RAMBUT DARI SALAH SATU SISI

✒️📂 Asy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin رحمه الله

📬 Pertanyaan: Pertanyaannya yang kedua, ia mengatakan: Apakah boleh wanita itu menyisir miring (pinggir) ataukah itu haram?

🔓 Jawaban: Saya tidak tergambar apa itu menyisir miring (pinggir), namun bila yang dimaksud adalah membelah rambut dari satu sisi maka ini menyelisihi sunnah. Yang sunnah ialah membelah kepala dari tengah sehingga belahan rambut dari kedua sisinya menjadi sama dari sisi kanan dan dari sisi kiri. Ini yang sudah sepantasnya dilakukan oleh seorang wanita. Adapun membelah rambut dari satu sisi maka ini tidak sepantasnya dilakukan, terlebih bila mengharuskan adanya tasyabuh (menyerupai) kepada selain wanita muslimah maka itu haram.

📚 Sumber: Silsilah Fatawa Nurun ‘alad Darb> kaset no. 16
Fatawa al-Mar’ah: al-Libas waz Zinah

📝 Alih bahasa : Syabab Forum Salafy

💻🌐 http://forumsalafy.net/hukum-membela-rambut-dari-salah-satu-sisi/

Tentang TIDAK SENGAJA MENDAHULUI GERAKAN IMAM KETIKA SALAT

MENDAHULUI GERAKAN IMAM

❓Apa hukumnya seseorang mendahului gerakan imam? Sahkah shalatnya?

💺 Jawab:

Haram hukumnya makmum mendahului imam, bahkan hal ini termasuk dosa besar karena adanya ancaman bagi pelakunya.

Adalah sahih dari Nabi ﷺ bahwa beliau ﷺ bersabda,

أَمَا يَخْشَى أَحَدُكُمْ إِذَا رَفَعَ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ، أَوْ أَنْ يَجْعَلَ اللهُ صُورَتَهُ صُورَةَ حِمَارٍ

“Tidakkah salah seorang dari kalian takut apabila mengangkat kepalanya mendahului imam bahwa Allah akan mengubah kepalanya menjadi kepala keledai atau mengubah wujudnya menjadi wujud keledai?”
📂 (HR. al-Bukhari)

Adapun tentang sah tidaknya shalatnya, ada perbedaan pendapat. Yang lebih kuat dalam hal ini ialah apabila seseorang mendahului imam dengan sengaja, shalatnya batal.

Apabila mendahului imam secara tidak sengaja, ia kembali ke posisi sebelumnya lantas mengikuti imam.

Wabillahit taufiq washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa shahbihi wa sallam.

Ketua: Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz; Wakil: Abdur Razzaq Afifi; Anggota: Abdullah bin Qu’ud.
📒 (Fatawa al-Lajnah, 7/328—329)

http://asysyariah.com/fatwa-fatwa-seputar-shalat-berjamaah/

📚 WhatsApp طريق السلف 📚
🌐 www.thoriqussalaf.com
🌐 telegram.me/thoriqussalaf

Tentang MELETAKKAN TANGAN DI ATAS MUSHAF KETIKA BERSUMPAH

Syaikh Solih al-Fauzan -حفظه الله-

P E R T A N Y A A N:
حكم وضع اليد على المصحف عند الحلف؟
Apa hukum meletakkan tangan diatas mushaf ketika bersumpah?

J A W A B A N:
وضع اليد على المصحف والحلف لا أصل له وإنما هو من فعل العوام
"Meletakkan tangan diatas mushaf ketika bersumpah adalah tidakan yang tidak ada asalnya. Hanya saja ini adalah tindakan orang-orang awam." (Syarah Ighotsatil Lahafan, 26 Muharram 1437 H)

WA Berbagi Faedah [WBF] |  https://jendelasunnah.com

Tentang LAFAZH GUSTI ALLAH

Tanya:
Apa hukumnya menambahkan kata gusti, dalam mengucapkan lafazh Allah, contohnya gusti Allah.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Abdillah Luqman Ba'abduh hafizhahullah

Gusti itu apa artinya? Apa artinya gusti? Ala kulli haal, kalau itu adalah teman-teman yang sudah belajar, hindarkan kalimat gusti. Panggil, “Yaa Allah…”. Hindarkan kalimat ini, khawatir dia mengandung makna-makna yang bathil. Saya tidak tahu maknanya apa, gusti.

Tentang LAFAZH BIN ATAU BINTI PADA NAMA ORANG

Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiry rahimahullah 

Bab 32 dari Bentuk Tasyabbuh dengan Musuh-musuh Allah:
Menghilangkan Lafadz "Bin/Ibn/Ibnu" Pada Nama Nasab (Silsilah Keturunan)

Seperti perkataan mereka: Ahmad BIN Muhammad menjadi Ahmad Muhammad, atau yang semisalnya.
(Az Zubair Al Awwàm seharusnya Az Zubair bin Al 'Awwàm,
Adnan Ibrahim seharusnya Adnan bin Ibrahim,
'Àisyah Shuhaib seharusnya 'Àisyah bintu Shuhaib, dst, -red )

Dan ini merupakan kebiasaan dari bangsa Eropa sejak berabad-abad lalu, dan telah diikuti oleh orang-orang yang taklid kepada mereka yang jumlahnya tak bisa dihitung lagi kecuali oleh Allah Ta'ala.

Dan mereka yang terfitnah dengan bertaklid kepada orang-orang Eropa telah menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah serta kaum muslimin sejak zaman sahabat sampai sekarang.

Adapun bentuk penyelisihan mereka terhadap Al-Qur'an, sebagaimana telah Allah Ta'ala sebutkan tentang 'Isa bin Maryam pada beberapa tempat dalam Al-Qur'an dengan 'Isa BIN Maryam, bukan 'Isa Maryam, begitu pula dengan Maryam bintu 'Imran.

Allah berfirman:
وَمَرْيَمَ ابْنَتَ عِمْرَانَ الَّتِي أَحْصَنَتْ فَرْجَهَا
…dan Maryam Bintu 'Imran yang menjaga kehormatannya….
Ayat 12 QS. At Tahrim.
Allah Ta'ala tidak menyebut Maryam 'Imran tapi Maryam Bintu(i) 'Imran.

Dan di dalam Shahih Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Hadits Qudsi Allah berfirman:
لا ينبغي لعبدي أن يقول: أنا خيرٌ من يونس بن متى
"Tidaklah pantas bagi hamba-Ku untuk mengatakan saya lebih baik dari Yunus BIN Matta…."

Adapun bentuk penyelisihan terhadap As-Sunnah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al Imam Ahmad, At-Tirmidziy dari Muththalib bin Abi Wada'ah rahimahullah berkata:
'Berkata Al 'Abbas; telah sampai pada beliau sebagian dari apa yang diucapkan oleh manusia, kemudian berkata; kemudian beliau naik ke mimbar dan bersabda;
"Siapa saya?"
Mereka berkata: "Engkau adalah Rasulullah."
Beliau lalu bersabda:
"Saya Muhammad BIN Abdillah BIN Abdul Muththalib…" Al Hadits.
Berkata At Tirmidziy hadits ini Hasan.

Dan didalam "Al Musnad" dan "Shahih Bukhari" dari Ibnu 'Umar radhiyallahu 'anhuma bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"(Hamba) Yang Mulia anak dari (hamba) Yang Mulia anak dari (hamba) Yang Mulia anak dari (hamba) Yang Mulia yaitu Yusuf BIN Ya'qub BIN Ishaq BIN Ibrahim -'Alaihim As Shalatu was Salam-."

Dan di dalam As Shahihain (Shahih Bukhari & Muslim) dari Mu'adz bin Jabal:
'Aku dibonceng oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang tak ada antara aku dan beliau kecuali semisal dudukan pelana dan berkata kepadaku:
"Wahai Mu'adz bin Jabal."
Aku berkata: "Labbaika wa sa'daika yaa Rasulullah." (Saya penuhi panggilanmu dengan senang hati wahai Rasulullah)
Kemudian berjalan lagi beberapa waktu, kemudian berkata:
"Wahai Mu'adz bin Jabal."
Kemudian aku berkata: "Labbaika wa sa'daika yaa Rasulullah" (Saya penuhi panggilanmu dengan senang hati wahai Rasulullah)
Al Hadits.

Juga di dalam As Shahihain (Shahih Bukhari & Shahih Muslim) dan "Al Musnad" dan "Jàmi'ut Tirmidziy" dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Ambillah oleh kalian bacaan Al-Qur'an dari 4 (Empat) orang:
dari 'Abdullah bin Mas'ud, Sàlim maula Abu Hudzaifah dan Mu'àdz bin Jabal dan 'Ubay bin Ka'ab."

Dan hadits-hadits yang serupa seperti yang saya sebutkan diatas sangatlah banyak, dan tidak pernah diriwayatkan bahwa Nabi menghilangkan lafadz "ibn"/"bin" pada nasab, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, dan telah shahih dari beliau bahwasanya beliau bersabda:
"Petunjuk kami menyelisihi petunjuk mereka," yakni :para musyrikin. Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam "Mustadrak"nya.

Dan bentuk penyelisihan kaum muslimin sejak dahulu sampai sekarang tidaklah tersembunyi bagi para penuntut ilmu, dan kaum muslimin tidaklah mengetahui akan penghapusan lafadz "bin/ibn" pada nasab karena percampuran mereka dengan orang-orang Eropa yang akhirnya menjadikan fitnah kepada orang-orang yang bodoh dengan bertaklid kepada mereka dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan mereka selangkah demi selangkah.

Sumber:
al-Idhah wat Tabyin lima Waqa’a fihi al-Aktsarun min Musyabahatil Musyrikin karya Syaikh Hamud at-Tuwajiri hlm 215-218

diterjemahkan secara ringkas dari:
http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=125204

WA SaLaM